1 / 9

New Pipeline SME 2026

Disposisi, Monitoring & Referral Pipeline

Latar Belakang & Urgensi

Tujuan utama proyek ini adalah mensentralisasi distribusi Pipeline SME guna meningkatkan kontrol dan pemerataan potensi bisnis dengan mengalihkan kewenangan sepenuhnya kepada Pemutus dan menghilangkan praktik self-grabbing. Selain itu, proyek ini bertujuan memperkuat pengawasan dan tata kelola penindaklanjutan Pipeline melalui fitur Monitoring komprehensif dan Redisposisi, sekaligus mengoptimalkan sinergi lintas unit kerja lewat mekanisme Referral yang terstruktur dan terintegrasi langsung ke sistem disposisi atasan.

Isu 1: Self-Grabbing Masif

RM mengambil pipeline berlebih sehingga distribusi tidak adil & beban kerja tidak seimbang.

Isu 2: Blind Spot Monitoring

Tidak ada visibilitas progress. Stagnasi pipeline sulit dideteksi karena data terfragmentasi.

Isu 3: Inefisiensi Alur

Pipeline tidak sesuai wilayah/kapasitas RM menyebabkan proses panjang dan rework.

Solusi: Disposisi Terpusat

Distribusi oleh Pemutus memastikan pembagian beban kerja RM yang proporsional.

Solusi: Dashboard Pipeline Pemutus

Fitur monitoring real-time dengan notifikasi untuk followup kendala secara dini.

Solusi: Referral Pipeline

Optimalisasi potensi bisnis dengan meneruskan pipeline ke unit kerja yang relevan.

Modul 1: Disposisi Terpusat

Folder Referral Baru

Menampung data pipeline hasil referral dari Unit Kerja lain secara khusus.

Bulk Disposisi

Distribusi pipeline secara massal ke RM di bawah supervisi dalam satu klik.

Grab Disabled

Fitur "Grab Pipeline" di Mobile RM dinonaktifkan untuk folder Datahub. RM hanya sebagai penerima.

Modul 2: Monitoring & Redisposisi

Monitoring & Aging

Pemutus memantau pipeline di setiap tahapan progress pengerjaan, lengkap dengan informasi durasi hari (aging) di setiap tahapannya.

Mekanisme Redisposisi

Wewenang Pemutus untuk melakukan redisposisi pipeline ke RM lain dalam satu unit kerja jika progress dinilai lambat atau tidak sesuai target.

100% Data Persistence

"No Rework Policy"

RM A (Lama)
RM B (Baru)

Seluruh data yang telah diinput RM sebelumnya otomatis terbawa saat redisposisi. RM baru langsung melanjutkan proses tanpa perlu input ulang.

Modul 3: Referral Pipeline

Optimalisasi Potensi

RM meneruskan potensi bisnis yang tidak sesuai wilayah/segmen kelolaannya ke Unit Kerja yang paling tepat untuk ditindaklanjuti secara efektif.

Ekosistem Kolaborasi

Menciptakan sinergi antar unit kerja untuk memastikan nasabah potensial tetap terkelola baik tanpa terhambat batasan lokasi geografis awal.

Analisis Beban Kerja (Jira)

10
User Stories
36
Sub Tasks
23
Story Points
9 Hari
Durasi Kerja

Performa Individu

"Penyelesaian 23 Story Points secara mandiri dalam durasi 9 hari kerja, mengungguli estimasi ideal pengerjaan yang teknisnya membutuhkan 10 hari."

Velocity Individu
2.56 Story Points / Hari
KompleksitasEstimasi Durasi
1-2 SP (Easy)< 2 Hari
3-5 SP (Medium)2 - 3 Hari
8-13 SP (Hard)4 - 5 Hari

Tantangan Pengembangan

Migrasi Microservice

Terjadi perubahan di akhir sprint: rencana awal enhance service di microservice eksternal berubah menjadi migrasi penuh ke microservice eksternal-dwh.

Kebijakan Unit Test >80%

Implementasi kebijakan baru untuk cakupan Unit Test di atas 80% pada kode baru, termasuk kebutuhan pembuatan tes ulang untuk enhancement service lama.

Perubahan Requirement

Adanya beberapa penyesuaian kebutuhan minor pada spesifikasi task yang muncul di tengah jalannya proses pengerjaan sprint.

Tugas Ad-Hoc

Terdapat beban tugas tambahan di luar lingkup utama sprint yang harus diselesaikan secara paralel guna menjaga stabilitas operasional lainnya.

TERIMA KASIH