Disposisi, Monitoring & Referral Pipeline
Tujuan utama proyek ini adalah mensentralisasi distribusi Pipeline SME guna meningkatkan kontrol dan pemerataan potensi bisnis dengan mengalihkan kewenangan sepenuhnya kepada Pemutus dan menghilangkan praktik self-grabbing. Selain itu, proyek ini bertujuan memperkuat pengawasan dan tata kelola penindaklanjutan Pipeline melalui fitur Monitoring komprehensif dan Redisposisi, sekaligus mengoptimalkan sinergi lintas unit kerja lewat mekanisme Referral yang terstruktur dan terintegrasi langsung ke sistem disposisi atasan.
RM mengambil pipeline berlebih sehingga distribusi tidak adil & beban kerja tidak seimbang.
Tidak ada visibilitas progress. Stagnasi pipeline sulit dideteksi karena data terfragmentasi.
Pipeline tidak sesuai wilayah/kapasitas RM menyebabkan proses panjang dan rework.
Distribusi oleh Pemutus memastikan pembagian beban kerja RM yang proporsional.
Fitur monitoring real-time dengan notifikasi untuk followup kendala secara dini.
Optimalisasi potensi bisnis dengan meneruskan pipeline ke unit kerja yang relevan.
Menampung data pipeline hasil referral dari Unit Kerja lain secara khusus.
Distribusi pipeline secara massal ke RM di bawah supervisi dalam satu klik.
Fitur "Grab Pipeline" di Mobile RM dinonaktifkan untuk folder Datahub. Folder ETB masih tetap aktif dan RM sekarang hanya sebagai penerima pipeline.
Pemutus memantau pipeline di setiap tahapan progress pengerjaan, lengkap dengan informasi durasi hari (aging) di setiap tahapannya.
Wewenang Pemutus untuk melakukan redisposisi pipeline ke RM lain dalam satu unit kerja jika progress dinilai lambat atau tidak sesuai target.
"No Rework Policy"
Seluruh data yang telah diinput RM sebelumnya otomatis terbawa saat redisposisi. RM baru langsung melanjutkan proses atau mengedit data jika diperlukan.
RM meneruskan potensi bisnis yang tidak sesuai wilayah/segmen kelolaannya ke Unit Kerja yang paling tepat untuk ditindaklanjuti secara efektif.
Menciptakan sinergi antar unit kerja untuk memastikan nasabah pipeline tetap terkelola baik tanpa terhambat.
"Penyelesaian 23 Story Points secara mandiri dalam durasi 9 hari kerja, masih dalam batas estimasi ideal pengerjaan yang teknisnya membutuhkan 10 hari."
Implementasi kebijakan baru untuk cakupan Unit Test di atas 80% pada kode baru, termasuk kebutuhan pembuatan tes ulang untuk enhancement service lama.
Adanya beberapa penyesuaian kebutuhan minor pada spesifikasi task yang muncul di tengah jalannya proses pengerjaan sprint.
Terdapat beban tugas tambahan di luar lingkup utama sprint yang harus diselesaikan secara paralel.